Amazon MP3 Clips

Sabtu, 15 September 2012

pengantar ilmu sosial

BAB IV
DISIPLIN ILMU DALAM ILMU-ILMU SOSIAL
GEOGRAFI

1.    PENGERTIAN GEOGRAFI
    Setiap disipilin ilmu pertama yang harus diketahui adalah pengertian yang di dalamnya menelaah konsefi masih konsep-konsep dasar, karena dengan konsep dasar tersebut akan membedakan dengan disiplin ilmu lainnya. Di Indonesia geografi masih tergolong disipli ilmu yang masih muda. Di tingkat perguruan tinggi, Geografi secara sistematis sejak awal 1960-an.
Disini ada tiga pendapat tentang pengertian dari geografi antara lain, yaitu pertama, banyak orang menganggap bahwa geografi hanya berkenaan dengan nama tempat saja, misalnya nama kota, nama gunung, nama sungai dll. Kedua, orang lain beranggapan geogarfi adalah suatu studi tntng lingkungan alam, bagi mereka geografi hanya berkaitan dengan iklim, topografi, vegetasi alam, tanah, dan barang tambang. Ketiga, beranggapan bahwa geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam terghadap aktivitas manusia. Lingkungan merupakan istilah yang diterapkan pada konsep yang diyakini olehbanyak orang.
Secara etimologis, kata geografi berasal dari bahasa yunani, yaitu geo artinya bumi, dan graphein artinya deskripsi. Dari arti kata tersebut geografi memiliki arri deskripsi tentang bumi.
Suharyono menjelaskan 4 pengertian geografi yang di berikan oleh beberapa ahli dengan sudut pandang yang berbeda, yaitu :
a.    Richard Hartshone ( tokoh geografi Amerika )
Goografi adalah sebuah ilmu yang menafsirkan realisme diferensiasi area muka bumi seperti apa adanya, tidak hanya dalam arti perbedaan-pebedaan dalam hal tertentu saja, tetapi juga dalam arti kombinasi keseluruhan fonomena disetiap tempat yang berbeda keadaannya dengan ditempat lain.
b.    Armin K Lobecck
Geografi adalah sebagai ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan yang ada antara kehidupan dengan lingkungan fisiknya.
c.    Ferdinand Von Richthofen
Geografi adalah ilmu mempelajari gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya, disusun menurut letaknya dan menerangkan baik tentang hubungan timbal baliknya gejala-gejala dan sifat-sifat itu.
d.    Berdasarkan hasil seminar dan lokakarya di semarang tahun 1988, Geografi adalah ilm yang mempelajari perbedaan dan persamaan fonemena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, keruangan dalam kompleks kewilayahan.

2.    RUANG LINGKUP GEOGRAFI
    a. Geografi Fisik
        yaitu mempelajari gejala alam dipermukaan bumi yang meliputi atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer. Gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk relief, iklim, dan segala sesuatu tentang bumi. Serta tentang proses-proses fisik yang terjadi didarat, laut, udara yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.
b. Geografi Sosial
        yaitu mempelajari segala aktivitas manusia di bumi dan interaksinya dengan lingkungan baik dalam lingkungan sosial, ekonomi, maupun budaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa geografi sosial ( geografi manusia ) mempelajari dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan dampak lingkingan terhadap manusia.
c. Geografi Regional
        yaitu mempelajari topik atau bahasa khususnya yang mencakup suatu daerah atau wilayah tertentu. Dan geografi regional merupakan bahasa yang menyeluruh baik dari aspek Fisik ataupun Sosial hingga dianggap sebagai bentuk tertinggi dari geografi.



3.    KONSEP DASAR
    konsep itu sendiri merupakan suatu kata abstrak atau fase yang bermanfaat untuk mengklasifikasikan atau menggolongkan suatu kelompok berbagai hal, gagasan, peristiwa.
    Daldjoeni ( 1982 ) memberikan tujuh konsep dasar dalam geografi yaitu penghargaan budayawan atas bumi, konsep regional, konsep pertautan wilayah, interaksi keruangan, konsep lokalisasi, konsep pentingnya arti skala, konsep perubahaan Biddle ( 1969 ) memberikan penjelasan bahwa seorang calon geograf atau geograf atau minimal harus memiliki kemampuan memahami konsep dasar, antara lain adalah lokasi fenomena, observasi, fakta-fakta, distribusi, skala, asosiasi keruangan, asosiasi area, interaksi kerunagan, interaksi area, hubungan manusia bumi dan interagsi serta diferensiasi areal.
    Konsep esensial adalah konsep-konsep penting yang perlu diketahui atau dikuasai para siswa disekolah sesuai dengan tingkatan kemampuan dan kebutuhannya tidak sama untuk SD, SMP, SMA. Konsep esensial tersebut ialah konsep wilayah, konsep sumber daya, konsep interaksi, konsep kerjasama antar wilayah, konsep jagad raya, dan konsep kelestarian lingkungan ( kurikulum SMA 1984 ). Konsep esensial menurut seminar ( 1988 ) adalahkonsep lokasi, konsep gerak, konsep keterjangkauan, konsep pola, konsep morfologi, konsep aglomerasi, konsep nilai kegunaan, konsep interaksi dan interdependensi, dan konsep deferensiasi areal.

      4. MASHAB ATAU ALIRAN
        Pada awal abad ke-18, Perkembangan geografi diwarnai oleh aliran Fisik    Deteminasi. Aliran ini mempercayai bahwa aliran sangat memnentukan kehidupan manusia. Tokoh dari alran ini, antara lain Karl Ritther, Friederich Ratzel, dan Elsworth Huntington. Sedangkan Kerl Ritther mengemukakan bahwa geografi merupakan suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat tinggal manusia.
    Pada tahun 1800-an muncul seorang ahli geografi, dari Prancis yang terkenal yaitu, Paul Vidal De La Blache yang membawa aliran Possibilisme, Aliran ini beranggapan bahwa manusia memiliki peluang besar untuk menentukan pola kehidupannya. Konsep ini di kenal dengan konsep Genre De Vie yang artinya Tipe proses produksi dipilih oleh manusia dari berbagai kemungkinan yang disediakan oleh alam, Berbeda dengan aliran Fisik Determinisme, aliran ini lebih menekankan pada faktor manusia dalam mengelola alam.
   
    5. METODE PENELITIAN
        Metode penelitian yang dilakukan didalam ilmu geografi pada akhir-akhir ini  tidak hanya pada metode kuantitatif, tetapi banyak di kembangkan dengan metode kualitatif, bahkan pada masa kontemporer ini banyak para ahli menggunakan dua metode tersebut yang dilakukan dalam suatu kajian.
    Sesuai dengan pekembangan ilmu dn tekhnologi serta semakin majunya peradaban manusia, maka metode pendekatan kajian masing-masing bidang ilmu mengalami perkembangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Brannen ( 1996 ) memberikan penjelasan bahwa pada kasus tertentu dapat dipakai penggabungan metode kuantitatif dan metode kualitatif, tetapai harus dilaksanakan secara hati-hati,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar